Desa Sri Kuncoro

Kec. Pondok Kelapa, Kab. Bengkulu Tengah
Prov. Bengkulu

Loading

Info
Selamat Datang Di Website Resmi Desa SriKuncoro, Desa Srikuncoro Membuka Pelayanan Publik Senin s.d Jumat Pukul 08.00-13.00 wib Pemerintahan Desa

Berita Desa

Komentar Terbaru

Ide kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengembangkan potensi wisata membuahkan hasil. Keberadaan bukit bambu di tengah hamparan sawah disulap menjadi agrowisata atau objek wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian.

Dikenal dengan nama Cugung Buluh, berada di posisi tertinggi, memiliki pesona tersendiri. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat panorama yang indah berupa hamparan sawah yang berada di sekelilingnya. Di lokasi tersebut, juga dibisa dijadikan wadah edukasi anak. Selain mengenalkan tanaman padi, orang tua juga bisa memperlihatkan aktivitas petani dalam mengolah lahan sawah. Seperti membajak sawah, menyemai benih hingga menanam padi.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis tanaman. Meliputi, nangka mini madu yang sudah mulai berbuah, pohon kelapa, pohon durian hingga jenis kayu bawang. Untuk dapat mengunjungi Cugung Buluh, wisatawan harus melintasi jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer (Km) dari jalan lintas Tugu Hiu-Pasar Pedati. Dari Kota Bengkulu, Cugung Buluh bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Semua jenis kendaraan bisa langsung menuju lokasi.

BENTENG, bengkuluekspress.com – Ide kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengembangkan potensi wisata membuahkan hasil. Keberadaan bukit bambu di tengah hamparan sawah disulap menjadi agrowisata atau objek wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian. Dikenal dengan nama Cugung Buluh, berada di posisi tertinggi, memiliki pesona tersendiri. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat panorama yang indah berupa hamparan sawah yang berada di sekelilingnya. Di lokasi tersebut, juga dibisa dijadikan wadah edukasi anak. Selain mengenalkan tanaman padi, orang tua juga bisa memperlihatkan aktivitas petani dalam mengolah lahan sawah. Seperti membajak sawah, menyemai benih hingga menanam padi. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis tanaman. Meliputi, nangka mini madu yang sudah mulai berbuah, pohon kelapa, pohon durian hingga jenis kayu bawang. Untuk dapat mengunjungi Cugung Buluh, wisatawan harus melintasi jalan yang sudah dikoral sepanjang kurang lebih 1 kilometer (Km) dari jalan lintas Simpang Tugu Hiu-Pasar Pedati. Dari Kota Bengkulu, Cugung Buluh bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Semua jenis kendaraan bisa langsung menuju lokasi. “Bukit bambu kami jadikan Agrowisata Cugung Buluh. Pengembangan objek wisata ini kami rintis sejak dua tahun lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sri Kuncoro, Romadan. Menggunakan suntikan dana desa (DD) bantuan dari Pemerintah Pusat, ungkap Kades, pengembangan Cugung Buluh dilakukan secara bertahap setiap tahun dan tak bisa diselesaikan sekaligus. Sebab, penggunaan DD diprioritaskan untuk program pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pun begitu, penampakan Cugung Buluh saat ini semakin menarik. Di lokasi yang memiliki luas sekitar 1 hektare (Ha) tersebut, beberapa sarana dan prasarana perlahan dilengkapi. Diantaranya, tanaman hias dan bunga, 4 unit gazebo yang tersebar di setiap sudut, alat permainan anak serta WC. “Alhamdulillah, Cugung Buluh ramai dikunjungi setiap hari libur. Biasanya pada hari Minggu,” jelasnya. Agar wisatawan merasa lebih nyaman, tambah Romadan, ditahun 2020 ini pihaknya akan membangun jalan rabat beton menuju puncak Cugung Buluh yang dilengkapi dengan anak tangga pada bagian sisi kiri dan kanan. “Ke depan, kami juga berencana untuk membuat kolam pemancingan ikan belut agar lebih menguatkan suasana di tengah hamparan sawah. Ide untuk memasang flying fox juga ada dalam rencana kami,” tandas Romadan.(135)

Read More at: Sri Kuncoro Kembangkan Wisata Cugung Buluh - Bengkulu Ekspress Bengkulu Tengah https://bengkuluekspress.com/sri-kuncoro-kembangkan-wisata-cugung-buluh/

 

Ide kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengembangkan potensi wisata membuahkan hasil. Keberadaan bukit bambu di tengah hamparan sawah disulap menjadi agrowisata atau objek wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian. Dikenal dengan nama Cugung Buluh, berada di posisi tertinggi, memiliki pesona tersendiri. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat panorama yang indah berupa hamparan sawah yang berada di sekelilingnya. Di lokasi tersebut, juga dibisa dijadikan wadah edukasi anak. Selain mengenalkan tanaman padi, orang tua juga bisa memperlihatkan aktivitas petani dalam mengolah lahan sawah. Seperti membajak sawah, menyemai benih hingga menanam padi. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis tanaman. Meliputi, nangka mini madu yang sudah mulai berbuah, pohon kelapa, pohon durian hingga jenis kayu bawang. Untuk dapat mengunjungi Cugung Buluh, wisatawan harus melintasi jalan yang sudah dikoral sepanjang kurang lebih 1 kilometer (Km) dari jalan lintas Simpang Tugu Hiu-Pasar Pedati. Dari Kota Bengkulu, Cugung Buluh bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Semua jenis kendaraan bisa langsung menuju lokasi. “Bukit bambu kami jadikan Agrowisata Cugung Buluh. Pengembangan objek wisata ini kami rintis sejak dua tahun lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sri Kuncoro, Romadan. Menggunakan suntikan dana desa (DD) bantuan dari Pemerintah Pusat, ungkap Kades, pengembangan Cugung Buluh dilakukan secara bertahap setiap tahun dan tak bisa diselesaikan sekaligus. Sebab, penggunaan DD diprioritaskan untuk program pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pun begitu, penampakan Cugung Buluh saat ini semakin menarik. Di lokasi yang memiliki luas sekitar 1 hektare (Ha) tersebut, beberapa sarana dan prasarana perlahan dilengkapi. Diantaranya, tanaman hias dan bunga, 4 unit gazebo yang tersebar di setiap sudut, alat permainan anak serta WC. “Alhamdulillah, Cugung Buluh ramai dikunjungi setiap hari libur. Biasanya pada hari Minggu,” jelasnya. Agar wisatawan merasa lebih nyaman, tambah Romadan, ditahun 2020 ini pihaknya akan membangun jalan rabat beton menuju puncak Cugung Buluh yang dilengkapi dengan anak tangga pada bagian sisi kiri dan kanan. “Ke depan, kami juga berencana untuk membuat kolam pemancingan ikan belut agar lebih menguatkan suasana di tengah hamparan sawah. Ide untuk memasang flying fox juga ada dalam rencana kami,” tandas Romadan.(135)

Read More at: Sri Kuncoro Kembangkan Wisata Cugung Buluh - Bengkulu Ekspress Bengkulu Tengah https://bengkuluekspress.com/sri-kuncoro-kembangkan-wisata-cugung-buluh/
Ide kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengembangkan potensi wisata membuahkan hasil. Keberadaan bukit bambu di tengah hamparan sawah disulap menjadi agrowisata atau objek wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian. Dikenal dengan nama Cugung Buluh, berada di posisi tertinggi, memiliki pesona tersendiri. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat panorama yang indah berupa hamparan sawah yang berada di sekelilingnya. Di lokasi tersebut, juga dibisa dijadikan wadah edukasi anak. Selain mengenalkan tanaman padi, orang tua juga bisa memperlihatkan aktivitas petani dalam mengolah lahan sawah. Seperti membajak sawah, menyemai benih hingga menanam padi. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis tanaman. Meliputi, nangka mini madu yang sudah mulai berbuah, pohon kelapa, pohon durian hingga jenis kayu bawang. Untuk dapat mengunjungi Cugung Buluh, wisatawan harus melintasi jalan yang sudah dikoral sepanjang kurang lebih 1 kilometer (Km) dari jalan lintas Simpang Tugu Hiu-Pasar Pedati. Dari Kota Bengkulu, Cugung Buluh bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Semua jenis kendaraan bisa langsung menuju lokasi. “Bukit bambu kami jadikan Agrowisata Cugung Buluh. Pengembangan objek wisata ini kami rintis sejak dua tahun lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sri Kuncoro, Romadan. Menggunakan suntikan dana desa (DD) bantuan dari Pemerintah Pusat, ungkap Kades, pengembangan Cugung Buluh dilakukan secara bertahap setiap tahun dan tak bisa diselesaikan sekaligus. Sebab, penggunaan DD diprioritaskan untuk program pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pun begitu, penampakan Cugung Buluh saat ini semakin menarik. Di lokasi yang memiliki luas sekitar 1 hektare (Ha) tersebut, beberapa sarana dan prasarana perlahan dilengkapi. Diantaranya, tanaman hias dan bunga, 4 unit gazebo yang tersebar di setiap sudut, alat permainan anak serta WC. “Alhamdulillah, Cugung Buluh ramai dikunjungi setiap hari libur. Biasanya pada hari Minggu,” jelasnya. Agar wisatawan merasa lebih nyaman, tambah Romadan, ditahun 2020 ini pihaknya akan membangun jalan rabat beton menuju puncak Cugung Buluh yang dilengkapi dengan anak tangga pada bagian sisi kiri dan kanan. “Ke depan, kami juga berencana untuk membuat kolam pemancingan ikan belut agar lebih menguatkan suasana di tengah hamparan sawah. Ide untuk memasang flying fox juga ada dalam rencana kami,” tandas Romadan.(135)

Read More at: Sri Kuncoro Kembangkan Wisata Cugung Buluh - Bengkulu Ekspress Bengkulu Tengah https://bengkuluekspress.com/sri-kuncoro-kembangkan-wisata-cugung-buluh/

 

Ide kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengembangkan potensi wisata membuahkan hasil. Keberadaan bukit bambu di tengah hamparan sawah disulap menjadi agrowisata atau objek wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian. Dikenal dengan nama Cugung Buluh, berada di posisi tertinggi, memiliki pesona tersendiri. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat panorama yang indah berupa hamparan sawah yang berada di sekelilingnya. Di lokasi tersebut, juga dibisa dijadikan wadah edukasi anak. Selain mengenalkan tanaman padi, orang tua juga bisa memperlihatkan aktivitas petani dalam mengolah lahan sawah. Seperti membajak sawah, menyemai benih hingga menanam padi. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis tanaman. Meliputi, nangka mini madu yang sudah mulai berbuah, pohon kelapa, pohon durian hingga jenis kayu bawang. Untuk dapat mengunjungi Cugung Buluh, wisatawan harus melintasi jalan yang sudah dikoral sepanjang kurang lebih 1 kilometer (Km) dari jalan lintas Simpang Tugu Hiu-Pasar Pedati. Dari Kota Bengkulu, Cugung Buluh bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Semua jenis kendaraan bisa langsung menuju lokasi. “Bukit bambu kami jadikan Agrowisata Cugung Buluh. Pengembangan objek wisata ini kami rintis sejak dua tahun lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sri Kuncoro, Romadan. Menggunakan suntikan dana desa (DD) bantuan dari Pemerintah Pusat, ungkap Kades, pengembangan Cugung Buluh dilakukan secara bertahap setiap tahun dan tak bisa diselesaikan sekaligus. Sebab, penggunaan DD diprioritaskan untuk program pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pun begitu, penampakan Cugung Buluh saat ini semakin menarik. Di lokasi yang memiliki luas sekitar 1 hektare (Ha) tersebut, beberapa sarana dan prasarana perlahan dilengkapi. Diantaranya, tanaman hias dan bunga, 4 unit gazebo yang tersebar di setiap sudut, alat permainan anak serta WC. “Alhamdulillah, Cugung Buluh ramai dikunjungi setiap hari libur. Biasanya pada hari Minggu,” jelasnya. Agar wisatawan merasa lebih nyaman, tambah Romadan, ditahun 2020 ini pihaknya akan membangun jalan rabat beton menuju puncak Cugung Buluh yang dilengkapi dengan anak tangga pada bagian sisi kiri dan kanan. “Ke depan, kami juga berencana untuk membuat kolam pemancingan ikan belut agar lebih menguatkan suasana di tengah hamparan sawah. Ide untuk memasang flying fox juga ada dalam rencana kami,” tandas Romadan.(135)

Read More at: Sri Kuncoro Kembangkan Wisata Cugung Buluh - Bengkulu Ekspress Bengkulu Tengah https://bengkuluekspress.com/sri-kuncoro-kembangkan-wisata-cugung-buluh/

 

Ide kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengembangkan potensi wisata membuahkan hasil. Keberadaan bukit bambu di tengah hamparan sawah disulap menjadi agrowisata atau objek wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian. Dikenal dengan nama Cugung Buluh, berada di posisi tertinggi, memiliki pesona tersendiri. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat panorama yang indah berupa hamparan sawah yang berada di sekelilingnya. Di lokasi tersebut, juga dibisa dijadikan wadah edukasi anak. Selain mengenalkan tanaman padi, orang tua juga bisa memperlihatkan aktivitas petani dalam mengolah lahan sawah. Seperti membajak sawah, menyemai benih hingga menanam padi. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis tanaman. Meliputi, nangka mini madu yang sudah mulai berbuah, pohon kelapa, pohon durian hingga jenis kayu bawang. Untuk dapat mengunjungi Cugung Buluh, wisatawan harus melintasi jalan yang sudah dikoral sepanjang kurang lebih 1 kilometer (Km) dari jalan lintas Simpang Tugu Hiu-Pasar Pedati. Dari Kota Bengkulu, Cugung Buluh bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Semua jenis kendaraan bisa langsung menuju lokasi. “Bukit bambu kami jadikan Agrowisata Cugung Buluh. Pengembangan objek wisata ini kami rintis sejak dua tahun lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sri Kuncoro, Romadan. Menggunakan suntikan dana desa (DD) bantuan dari Pemerintah Pusat, ungkap Kades, pengembangan Cugung Buluh dilakukan secara bertahap setiap tahun dan tak bisa diselesaikan sekaligus. Sebab, penggunaan DD diprioritaskan untuk program pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pun begitu, penampakan Cugung Buluh saat ini semakin menarik. Di lokasi yang memiliki luas sekitar 1 hektare (Ha) tersebut, beberapa sarana dan prasarana perlahan dilengkapi. Diantaranya, tanaman hias dan bunga, 4 unit gazebo yang tersebar di setiap sudut, alat permainan anak serta WC. “Alhamdulillah, Cugung Buluh ramai dikunjungi setiap hari libur. Biasanya pada hari Minggu,” jelasnya. Agar wisatawan merasa lebih nyaman, tambah Romadan, ditahun 2020 ini pihaknya akan membangun jalan rabat beton menuju puncak Cugung Buluh yang dilengkapi dengan anak tangga pada bagian sisi kiri dan kanan. “Ke depan, kami juga berencana untuk membuat kolam pemancingan ikan belut agar lebih menguatkan suasana di tengah hamparan sawah. Ide untuk memasang flying fox juga ada dalam rencana kami,” tandas Romadan.(135)

Read More at: Sri Kuncoro Kembangkan Wisata Cugung Buluh - Bengkulu Ekspress Bengkulu Tengah https://bengkuluekspress.com/sri-kuncoro-kembangkan-wisata-cugung-buluh/

 

Ide kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengembangkan potensi wisata membuahkan hasil. Keberadaan bukit bambu di tengah hamparan sawah disulap menjadi agrowisata atau objek wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian. Dikenal dengan nama Cugung Buluh, berada di posisi tertinggi, memiliki pesona tersendiri. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat panorama yang indah berupa hamparan sawah yang berada di sekelilingnya. Di lokasi tersebut, juga dibisa dijadikan wadah edukasi anak. Selain mengenalkan tanaman padi, orang tua juga bisa memperlihatkan aktivitas petani dalam mengolah lahan sawah. Seperti membajak sawah, menyemai benih hingga menanam padi. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis tanaman. Meliputi, nangka mini madu yang sudah mulai berbuah, pohon kelapa, pohon durian hingga jenis kayu bawang. Untuk dapat mengunjungi Cugung Buluh, wisatawan harus melintasi jalan yang sudah dikoral sepanjang kurang lebih 1 kilometer (Km) dari jalan lintas Simpang Tugu Hiu-Pasar Pedati. Dari Kota Bengkulu, Cugung Buluh bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Semua jenis kendaraan bisa langsung menuju lokasi. “Bukit bambu kami jadikan Agrowisata Cugung Buluh. Pengembangan objek wisata ini kami rintis sejak dua tahun lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sri Kuncoro, Romadan. Menggunakan suntikan dana desa (DD) bantuan dari Pemerintah Pusat, ungkap Kades, pengembangan Cugung Buluh dilakukan secara bertahap setiap tahun dan tak bisa diselesaikan sekaligus. Sebab, penggunaan DD diprioritaskan untuk program pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pun begitu, penampakan Cugung Buluh saat ini semakin menarik. Di lokasi yang memiliki luas sekitar 1 hektare (Ha) tersebut, beberapa sarana dan prasarana perlahan dilengkapi. Diantaranya, tanaman hias dan bunga, 4 unit gazebo yang tersebar di setiap sudut, alat permainan anak serta WC. “Alhamdulillah, Cugung Buluh ramai dikunjungi setiap hari libur. Biasanya pada hari Minggu,” jelasnya. Agar wisatawan merasa lebih nyaman, tambah Romadan, ditahun 2020 ini pihaknya akan membangun jalan rabat beton menuju puncak Cugung Buluh yang dilengkapi dengan anak tangga pada bagian sisi kiri dan kanan. “Ke depan, kami juga berencana untuk membuat kolam pemancingan ikan belut agar lebih menguatkan suasana di tengah hamparan sawah. Ide untuk memasang flying fox juga ada dalam rencana kami,” tandas Romadan.(135)

Read More at: Sri Kuncoro Kembangkan Wisata Cugung Buluh - Bengkulu Ekspress Bengkulu Tengah https://bengkuluekspress.com/sri-kuncoro-kembangkan-wisata-cugung-buluh/

 

Beri Komentar

Desa

902

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI902penduduk

833

PEREMPUAN

PEREMPUAN833penduduk

1.735

TOTAL

TOTAL1.735penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

ROMADHAN

SEKRETARIS DESA

ALIN

KEPALA URUSAN KEUANGAN

WIWIK SUGIARTI

KEPALA SEKSI PELAYANAN

YULI PUSPITA

KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN

DIUN

KEPALA URUSAN PERENCANAAN

HELLY ANGGRIANTO

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN

MIRWAN EFENDI

KEPALA URUSAN TATA USAHA DAN UMUM

FEVTI PRIYATI

KEPALA DUSUN 1

LAILATUL KODIR

KEPALA DUSUN 2

SUGITO

KEPALA DUSUN 3

MAKMUN

KEPALA DUSUN 4

REKO JUANZA

KEPALA DUSUN 5

DEPI APRIANTO

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Bulan Ini

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

Bulan Lalu

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

LAYANAN SURAT PENGANTAR

Hari Ini

0

Surat

Kemarin

0

Surat

Minggu Ini

0

Surat

Bulan Ini

0

Surat

Bulan Lalu

0

Surat

Tahun Ini

0

Surat

Tahun Lalu

0

Surat

Total

7

Surat

Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 89
Kemarin : 214
Total Pengunjung : 186.885
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.113
Browser : Mozilla 5.0
Pemerintah Desa

ROMADHAN

Kepala Desa

ALIN

SEKRETARIS DESA

WIWIK SUGIARTI

KEPALA URUSAN KEUANGAN

YULI PUSPITA

KEPALA SEKSI PELAYANAN

DIUN

KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN

HELLY ANGGRIANTO

KEPALA URUSAN PERENCANAAN

MIRWAN EFENDI

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN

FEVTI PRIYATI

KEPALA URUSAN TATA USAHA DAN UMUM

LAILATUL KODIR

KEPALA DUSUN 1

SUGITO

KEPALA DUSUN 2

MAKMUN

KEPALA DUSUN 3

REKO JUANZA

KEPALA DUSUN 4

DEPI APRIANTO

KEPALA DUSUN 5