Desa Sri Kuncoro

Kec. Pondok Kelapa, Kab. Bengkulu Tengah
Prov. Bengkulu

Loading

Info
Selamat Datang Di Website Resmi Desa SriKuncoro, Desa Srikuncoro Membuka Pelayanan Publik Senin s.d Jumat Pukul 08.00-13.00 wib Pemerintahan Desa

Berita Desa

Komentar Terbaru

PEMDES SRI KUNCORO-,Pemerintah Desa Sri kuncoro berkerja sama dengan poltekkes kemenkes bengkulu dan puskesmas Desa Sri kuncoro mengadakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat untuk peningkatan pengetahuan ibu-ibu dengan balita terhadap kejadian diare sebagai upaya pencegahan stunting pada anak balita di wilayah kerja puskesmas sri kuncoro kecamatan pondok kelapa kabupaten bengkulu tengah.

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). (Kemenkes RI, 2018)

Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Memang angka stunting Indonesia menurun dari 29 persen pada 2015 menjadi 27.6 persen tahun lalu. Adapun pada 2013 angka stunting nasional mencapai 37,2 persen. Namun angka tersebut masih di atas batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 20 persen.

Masalah stunting merupakan permasalahan gizi yang dihadapi dunia khususnya negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai dengan usia 24 bulan. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Masyarakat belum menyadari stunting sebagai suatu masalah dibandingkan dengan permasalahan kurang gizi lainnya. (Mitra, 2015)

Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

1. Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. Ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplementasi zat gizi (tablet zat besi atau Fe) dan terpantau kesehatannya. Namun, kepatuhan ibu hamil untuk meminum tablet tambah darah hanya 33 %. Padahal mereka harus minimal mengkonsumsi 90 tablet selama kehamilan.

2. ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya.

3.  Memantau pertumbuhan balita di posyandu merupakan upaya yang sangat strategis untuk mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan.

4. Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sanitasi dan kebersihan untuk pertumbuhan anak yang sempurna intervensi gizi saja belum cukup untuk mengatasi masalah stunting. Faktor sanitasi dan kebersihan lingkungan berpengaruh pula untuk kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak, karena anak usia di bawah dua tahun rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.

5. Rendahnya sanitasi dan kebersihan lingkungan pun memicu gangguan saluran pencernaan, yang membuat energi untuk pertumbuhan teralihkan kepada perlawanan tubuh menghadapi infeksi. Sebuah riset menemukan bahwa semakin sering seorang anak menderita diare, maka semakin besar pula ancaman stunting untuknya. (Kemenkes RI, 2016)

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa terdapat pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar anak yang dapat menurunkan produktivitas kerja sehingga pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan di suatu negara. Pada kondisi stunting dapat terjadi gangguan pada proses pematangan neuron otak serta perubahan struktur dan fungsi otak yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada perkembangan kognitif. Kondisi ini menyebabkan kemampuan berpikir dan belajar anak terganggu dan pada akhirnya menurunkan tingkat kehadiran dan prestasi belajar.

Oleh karena itu pengetahuan dan pemahaman mengenai pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan sangat penting dalam upaya mencegah terjadinya stunting di masyarakat.

Beri Komentar

Desa

902

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI902penduduk

833

PEREMPUAN

PEREMPUAN833penduduk

1.735

TOTAL

TOTAL1.735penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

ROMADHAN

SEKRETARIS DESA

ALIN

KEPALA URUSAN KEUANGAN

WIWIK SUGIARTI

KEPALA SEKSI PELAYANAN

YULI PUSPITA

KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN

DIUN

KEPALA URUSAN PERENCANAAN

HELLY ANGGRIANTO

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN

MIRWAN EFENDI

KEPALA URUSAN TATA USAHA DAN UMUM

FEVTI PRIYATI

KEPALA DUSUN 1

LAILATUL KODIR

KEPALA DUSUN 2

SUGITO

KEPALA DUSUN 3

MAKMUN

KEPALA DUSUN 4

REKO JUANZA

KEPALA DUSUN 5

DEPI APRIANTO

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Bulan Ini

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

Bulan Lalu

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

LAYANAN SURAT PENGANTAR

Hari Ini

0

Surat

Kemarin

0

Surat

Minggu Ini

0

Surat

Bulan Ini

0

Surat

Bulan Lalu

0

Surat

Tahun Ini

0

Surat

Tahun Lalu

0

Surat

Total

7

Surat

Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 146
Kemarin : 84
Total Pengunjung : 187.236
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.113
Browser : Mozilla 5.0
Pemerintah Desa

ROMADHAN

Kepala Desa

ALIN

SEKRETARIS DESA

WIWIK SUGIARTI

KEPALA URUSAN KEUANGAN

YULI PUSPITA

KEPALA SEKSI PELAYANAN

DIUN

KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN

HELLY ANGGRIANTO

KEPALA URUSAN PERENCANAAN

MIRWAN EFENDI

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN

FEVTI PRIYATI

KEPALA URUSAN TATA USAHA DAN UMUM

LAILATUL KODIR

KEPALA DUSUN 1

SUGITO

KEPALA DUSUN 2

MAKMUN

KEPALA DUSUN 3

REKO JUANZA

KEPALA DUSUN 4

DEPI APRIANTO

KEPALA DUSUN 5